Selasa, 24 November 2015

KEUNIKAN DAN KEUNGGULAN BATIK INDONESIA

Keunikan dan Keunggulan Batik Indonesia
UNESCO menahbiskannya sebagai Intangible Heritage of Humanity berkat teknik pembuatan dan nilai filosofinya.


Venny Afwani, MA, koordinator dan instruktur dari Batik House Indonesia (BHI) bercerita bahwa awalnya teknik batik itu diperkenalkan oleh India dan Persia. Kelak ada begitu banyak negara yang memiliki batik ala masing-masing negara bersangkutan. Namun, batik Indonesia punya keistimewaan.  “Pembeda antara batik Indonesia dengan batik-batik dari negara lain adalah teknik pembuatannya, karena menggunakan canting. Selain itu motif pada kain batik kita juga sangat berbeda dengan negara lain, dan hanya batik Indonesia yang memiliki filosofi,” ujar Venny. Untuk itu pula, akhirnya pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu, UNESCO mematenkan batik cap dan batik tulis Indonesia sebagai Intangible Heritage of Humanity. (AH) Foto : Fotosearch

Sumber  : http://www.dewimagazine.com/news-art/keunikan-dan-keunggulan-batik-indonesia

KEUNIKAN BATIK TULIS

Jika dibandingkan dengan batik cap, batik tulis memiliki beberapa keunikan yang tidak didapat pada batik cap diantaranya:* Pengerjaa motif batik murni menggunakan peralatan manual dan pembuatan batik sederhana, seperti yang dikerjakan para pengrajin motif batik tulis pada jaman kerajaan dahulu kala.
* Pengerjaan
pembuatan batik tulis menggunakan jiwa seni yang tidak di dapat dari sembarang orang. Jadi perlu pembelajaran khusus untuk menjadi seorang pengrajin batik tulis.

* Kesabaran merupakan salah satu kunci sebuah hasil seni yang bernilai tinggi, jadi satu potong kain
motif batik tulis tidak dapat di kerjakan secara masal dan cepat seperti motif batik tulis, dan pekerjaan yang belum selesai proses pembuatan batiknya tidak dapat diwakilkan atau diteruskan oleh orang lain, karena akan merubah karakter pembuatan batik tulis tersebut.

* Tingkat presisi letak motif
batik, corak dan garis diagonal tidak bisa rata, semua itu dikarenakan, tingkat akurasi tangan berbeda dengan akurasi alat. Semua itu akan menciptakan motif dan corak yang natural.

* Para desainer fashion maupun penjahit perlu kerja ekstra untuk menentukan posisi-posisi pola yang akan digunakan untuk pakaian, semua itu tergantung kebiasaan antara mendesain pakaian menggunakan batik cap dengan kebiasaan mendesain pakaian dengan menggunakan batik tulis. Untuk mendesain pakaian menggunakan batik tulis penuh dengan tantangan.

* Batik tulis memiliki warna dasar yang sangat natural.

  Sumber  : http://gulungkabel.blogspot.co.id/2009/07/keunikan-batik-tulis.html

Rabu, 18 November 2015

MACAM MACAM GAMBAR BATIK TULIS

Macam-Macam Gambar Batik Tulis
Contoh Gambar Batik Tulis Indonesia Berbagai koleksi contoh gambar batik tulis indonesia dengan berbagai macam model dan motif batik tulis semi klasik, modern, sederhana, lasem, madura, pekalongan batik khas indonesia. Mengenal keanekaragaman batik dari berbagai penjuru nusantara melalui sebuh gambar batik tulis
Gambar Motif batik Parang Wenang
Gambar Motif Batik Parang Wenang
Gambar Motif Batik Parang Klithik
Gambar Motif Batik Parang Klithik
Gambarik Batik Cirebon Mega Mendung
Gambarik Batik Cirebon Mega Mendung
Gambar Batik Parang Barong
Gambar Batik Parang Barong
Gambar Motif Batik Parang Rusak Barong
Gambar Motif Batik Parang Rusak Barong
Gambar Motif Batik
Gambar Motif Batik
Berikut adalah sebagaian kecil koleksi  Contoh Gambar Batik Tulis Indonesia yang paling banyak digunakan, seiring perkembangan dunia fashion kini batik bertransformasi menjadi trends busana etnik yang cukup banyak digemari mungkin dahulu batik hanya sebuah kain yang bermotif tapi kini batik berhasih menjelma menjadi sebuah trend busana yang lebih mmodern.

 sumber : http://gambarfoto.co/contoh-gambar-batik-tulis-indonesia.html

MOTIF MOTIF BATIK DI INDONESIA

 Motif motif batik di Indonesia

Motif batik Bali

Kota bali merupakan pulau yang terletak di bagian timur indonesia yang memiliki pesona yang indah dimata Indonesia dan bahkan dunia. Tidak hanya sekedar candi-candi, dan pantainya yang banyak menjadi perhatian oleh warga, namun Pulau bali ini juga memiliki kesenian membatik. Bali bisa dipastikan memiliki perpaduan corak yang ada didalam negeri maupun luar negeri. Banyaknya wisatawan yang membawa barang-barang yang bermotif ikut mempengaruhi perubahan desain batik di Bali. Adapun batik bali juga dipengaruhi oleh batik dari jawa, seperti batik pekalongan. Bisa dikatakan motif – motif yang ada di bali cukup berani bermain dengan warna yang terang dan berfariatif.
Motif Batik

Motif batik Banyumas

Motif yang terdapat di daerah Banyumas kebanyakan memiliki bentuk menyerupai tanaman, baik itu bunga, daun dan sejenisnya. Walaupun ada beberapa pembuat batik di banyumas yang membuat batik dengan motif yang berbeda. Batik Banyumas hampir memiliki kesamaan dengan motif Jonasan. Motif Jonasan merupakan kumpulan motif-motif yang tidak tersusun secara geometris dengan penggnaan warna dasar hitam dan coklat. Jika anda mengamati memang akan nampak sedikit berbeda dari biasanya, namun hal ini tentunya sama saja karena motif sangat berfariasi, dan hasilnyapun beragam. Pembahasan batik banyumas dapat dibaca pada artikel lengkapnya yang membahas khusus mengenai motif Banyumas.
Motif Batik

Motif batik Madura

Secara singkat jika kita perhatikan pada pola batik madura memiliki keunikan tersendiri, motif madura cenderung banyak bermain pada pola –  pola yang sederhana namun pola ini dibentuk serapi mungkin hingga menghasilkan motif yang menarik. Motif madura cenderung meyukai warna yang cerah selain itu hal ini dipadukan dengan karya seni mereka seperti membentuk motif binatang dan tumbuhan yang banyak disukai. Proses pembuatannya pun sama seperti batik – batik yang lainnya yaitu secara tradisional, penggunaan pewarnaan yang alami ikut menjadi nilai tersendiri yang dapat meningkatkan nilai jual batik madura di kancah internasional.
Motif Batik

Motif batik Malang

Batik malang terkenal dengan motif batiknya yang cenderung cerah, misalkan saja warna hijau kemudian di timpa dengan warna putih, kemudian bahan berwarna putih di timpa dengan merah. Rata – rata batik malangan ini ber pola seperti bunga dan tanaman, walaupun memang ada beberapa motif yang menggambarkan kejujuran, keberanian , dan singosari, seperti misalnya motif malangan yang hanya bermain di warna saja tanpa adanya pola yang membentuk sebuah benda.
Motif Batik

Motif batik Pekalongan

Kebanyakan motif dari pekalongan dipengaruhi oleh kebudayaan china dan ukiran – ukiran dari Cirebon yang dibawa oleh para pedagang yang singgah di Kota Pekalongan, karena letak dari kota Pekalongan sangat strategis sekali dari berbagai negara yang datang untuk sekedar menginap. Sedangkan dari cirebon banyak memperngaruhi batik di Pekalongan dalam bentuk ukiran kayu. Motif yang ada di pekalongan dibagi menjadi 7 motif baik,mereka adalah Jlamprang, buketan, terang bulan, semen, pisan bali, lung-lungan dan sekar jagad. Sedangkan bentuk batiknya lebih menyerupai bunga, binatang, dan daun – daunan.
Motif Batik

Motif batik Solo

Ciri khas batik dari solo sering disebut batik sogan aka batik yang memiliki motif berwarna kecokltan. Sedangkan motif solo yang ada sekarang ini justru diambil dari sebuah makna filosofi yang kemudian di persembahkan pada sebuah motif. Batik Solo juga masih menerapkan konsep tradisional, dan penggunaan bahan pewarnanya juga sebagian besar masih menggunakan bahan – bahan yang dihasilkan dari dalam negeri, seperti soga jawa dan bahan lainnya.
Motif Batik

Motif batik Tasik

Batik memang bukan hanya ada di daerah kepulauan jawa saja, batik kini berkembang di berbagai daerah jawa barat , bahkan bali dan dunia. Masing-masing memiliki ciri khas pada motif yang mereka ciptakan. Motif yang ada pada komunitas pebatik di tasik hampir sama dengan kota-kota lainnya, yaitu cenderung banyak bermotif alam flora dan fauna kentaldengan nuansa Parahyangan seperti burung, bunga – bungaan. Sedangkan untuk pewarnaannya, batik tasik memiliki ciri khas merah, coklat, dan hitam. Motif Batik

Motif batik Aceh

Sekilas bila dilihat, pada batik Aceh memiliki corak yang cenderung lebih besar dari pola batik lainnya. Motif yang sepertinya menggunakan teknik batik cap, dan ada pula batik tulis dari Aceh yang beraneka ragam. Motifnya cenderung hampir sama dari daerah ke daerah yang lainnya, mereka akan mengambil pola – pola yang menyerupau dengan binatang, bunga, daun – daunan bahkan budaya mereka masing – masing dapat diangkat menjadi tema untama batik yang akan mereka buat. Sedangkan hal lainnya yang melekat pada batik aceh adalah nilai falsafah yang benar – benar mencerminkan masyarakat Aceh itu sendiri.
Motif Batik

Motif batik Cirebon

Memiliki cirikhas sendiri dalam membuat motif , salah satu motif yang menjadi ciri khas kota Cirebon adalah batik Mega Mendung. Dengan membuat pola sepertu awan yang dibuat secara menyambung menjadi bentuk awan. Motif ini menjadi ciri khas batik di cirebon. Namun kota Cirebon juga menyinpan banyak motif andalan mereka seperti batik kompeni transportasi, batik kupu – kupu, batik ikan laut dan banyak yang lainnya. Motif Batik

Motif batik Jombang

Pertama kali muncul batik jombangan sejak tahun 1993, diawali oleh salah seorang warganya yang mencoba membuat sebuah kerajinan batik yang kemudian diikuti oleh warga lainnya. Batik jombang berkiblat kepada solo yang pada waktu itu kaya akan motifnya. Motif jombanga atau jombangan diadaptasikan dengan pola –  pola candi arimbi yang terdapat di daerahnya, yang berbentuk segi tiga. Sedangkan penggunaan warna pada batik jombang ini sebagian menggunakan warna alami dan warna hasil sisa limbah. Motif Batik

Motif batik Banten

Batik banten mulai dikenal oleh masyarakat sekitar tahun 2002, tentunya banyak sekali hal yang terjadi mengapa batik mulai singgah di kota banten saat itu. Tentu saja  hal ini juga tidak luput dari pengaruh dari daerah – daerah lain yang menginspirasi kota banten ini untuk berani memulai membuat batik. Batik banten sangat beragam diantaranya motif  datulaya, mandalikan, pasulaman dan banyak lagi. Batik ini memiliki warna – warna yang meriah, coba anda perhatikan saja salah satu motif  dari Banten yang dinamakan Pasepen, motif ini memiliki makna Tempat raja Bermeditasi, batiknya digambar kan berpola kota- berjejeran.
Motif Batik

Motif batik Tulungagung

Batik ini sangat berani dalam memainkan warna, warna yang banyak digunakan unduk membuat batik tulung agung adalah hitam dan coklat, jadi tidak heran apabila ketika anda berkunjung disalah satu butik batik di tulung agung, anda akan mendapati berbagai macam batik warna hitam dan coklat. Motif tulung agung seperti buket ceprik gringsing, buket ceprik pacit ungker. Motif ini merupakan salah satu dari 83 motif yang ada du Tulungagung. Motif Batik

Motif batik Kediri

Kota Kediri salah satu kota yang juga melestarikan budaya membatik. Kota kediri juga memiliki ciri khas tersendiri dalam membuat pola dan warnanya. Tidak berbeda jauh dengan motif batik indonesia lainnya,  batik kota Kediri sangat khas dengan bulatan – bulatan kecil yang membuat betuk secara keseluruhan kain batik ini menjadi sangat elegan bila dikenakan. Memang akan terkesan demikian, bahkan apabila sudah bermain warna pasti akan sangat menarik lagi. Motif  kediri yang lainnya juga ada, cukup mengesankan dengan melihat batik yang unik dari Kediri. Motif Batik
Motif batik Kudus
Anda seolah-olah akan merasa bahwa anda memiliki presepsi yang berbeda apabila melihat motif kudus. Pasalnya kebanyakan dari batik kudus ini berasal dari Pekalongan, jogjakarta, dan solo, yang riwayatnya dulu banyak pedagang cina yang membawa batik yang dibawa ke kota Kudus. Banyak dari warga pribumi diminta untuk membuatkan batik seperti yang dibawa oleh pedagang cina tersebut. Namun batik kudus tidak terbatas, ada beberapa motif yang berasal dari kudus yang mencerminkan kepribadian kota kudus.
Motif Batik

Motif batik Jepara / Kartini

Batik Jepara bisa dibedakan menjadi dua jenis, motif lama dan motif baru. batik jepara lama memiliki pola dengan warna lung hitam, gajah coklat, flora dan fauna daun ulir hijau dan lainnya. Kemudian  batik baru Jepara adalah batik tulis yang banyak variasinya. Jepara sendiri juga terkenal dengan sebutan Batik kartini. Anda akan menemukan berbagai macam motif di kota Jepara.

Motif Batik   

Sumber :http://phalambatik.thephala.com/site/phalam-batik-macam-macam-motif-batik/

PERBEDAAN BATIK TULIS PRINTING DAN CAP

Perberdaan Batik Tulis, Batik Cap dan Batik Printing  

bagi orang yang awam dengan batik akan sangat sulit dibedakan. Berikut ini kami akan paparkan tentan perbedaan ketiganya.

BATIK TULIS :
  1. Pengerjaannya dengan menggunakan alat yang bernama canting Cucuk yang terbuat dari tembaga sebagai tempat malam (lilin batik) dengan ujung serupa pipa kecil untuk membentuk gambar di permukaan kain)
  2. Motifnya tidak bisa sama persis atau asimetris dalam satu lembar kain dengan lembar kain yang lainnya, dikarenakan batik tulis dibuat secara manual, dan bukan dengan alat seperti batik cap atau printing
  3. Batik tulis harganya pun mahal, karena proses pembuatannya pun lama sesuai dengan tingkat kerumitan motifnya
  4. Kain ini apabila dibolak balik ada motif batiknya, jadi antara kain bagian depan dan belakang terdapat motif yang sama (tembus)
  5. Biasanya memiliki aroma yang khas (aroma malam), atau aroma kainnya yang diwarnai dengan pewarna alam, seperti kulit kayu, kayu tingi (hitam), kayu teger (kuning), kayu jambal (coklat), daun Tom dan akarnya (biru), tetapi modern ini pewarnaan batik tulis juga dilakukan dengan menggunakan pewarna kimia
  6. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan batik tulis relatif lebih lama (2 atau 3 kali lebih lama) dibandingkan dengan pembuatan batik cap. Pengerjaan batik tulis yang halus bisa memakan waktu 3 hingga 12 bulan lamanya
  7. Batik Tulis biasanya lebih unik dan istimewa dibanding batik cap atau batik printing karena asli handmade.
  8. Alat kerja berupa canting harganya relatif lebih murah berkisar Rp. 10.000,- hingga Rp. 20.000,-/pcs
  9. Batik tulis termasuk jajaran batik tradisional, dikarenakan menggunakan malam (lilin)
BATIK CAP :
Perbedaan Batik tulis, cap dan printing
  1.  Pengerjaanya seperti setempel dengan menggunakan alat cap (alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk sesuai dengan motif yang digunakan)
  2. Bentuk gambar/desain pada batik cap selalu ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak berulang dengan bentuk yang sama, dengan ukuran garis motif relatif lebih besar dibandingkan dengan batik tulis
  3. Gambar/motif batik cap tembus pada kedua sisi kain
  4. Waktu yang dibutuhkan untuk sehelai kain batik cap berkisar 1 hingga 3 minggu
  5. Untuk membuat batik cap yang beragam motif, maka diperlukan banyak cap. Sementara harga cap batik relatif lebih mahal dari canting. Untuk harga cap batik pada kondisi sekarang dengan ukuran 20 cm X 20 cm berkisar Rp. 350.000,- hingga Rp. 700.000,-/motif. Sehingga dari sisi modal awal batik cap relatif lebih mahal
  6. Jangka waktu pemakaian cap batik dalam kondisi yang baik bisa mencapai 5 tahun hingga 10 tahun, dengan catatan tidak rusak. Pengulangan cap batik tembaga untuk pemakainnya hampir tidak terbatas
  7. Harga jual batik cap relatif lebih murah dibandingkan dengan batik tulis, dikarenakan biasanya jumlahnya banyak dan memiliki kesamaan satu dan lainnya
  8. Batik cap masih termasuk jajaran batik tradisional, dikarenakan menggunakan malam (lilin)
BATIK PRINTING :
  1. Pengerjaanya bisa dengan menggunakan mesin sablon atau diprinting manual 
  2. Alat yang digunakan adalah sejenis plangkan/screen seperti untuk sablon spanduk/kaos.
  3. Harga relatif lebih murah daripada kedua jenis batik diatas, dikarenakan waktu pengerjaannya lebih cepat dan diproduksi masal atau dalam jumlah yang banyak
  4. Batik printing tidak termasuk jajaran batik tradisional, dikarenakan tidak memakai malam (lilin), tetapi batik printing masuk jajaran “Tekstil Ber-motif Batik”

PEMBUATAN BATIK PRINTING

Pembuatan Batik Printing
       Seperti halnya pekerjaan pembuatan batik tulis maupun cap, dalam batik printingpun harus melalui tahapan-tahapan dan langkah-langkah kerja yang berurutan. Yang dimaksud dengan langkah berurutan yaitu tahapan-tahapan yang saling berkaitan. Satu langkah dapat dikerjakan bila langkah sebelumnya telah selesai dikerjakan. Hal ini juga berarti bahwa di dalam proses pembuatan batik sablon tidak dapat dilaksanakan dua langkah secara bersamaan. Adapun urutan langkah pokok pembuatan batik printing adalah sebagai berikut :
1. Membuat desain (pola) batik
2. Membuat klise (film)
3. Membuat plangkan master
4. Proses penyablonan
5. Finishing

1. Membuat Desain Pola
       Membuat pola atau desain batik sablon sebenarnya hampir sama dengan pembuatan pola atau desain batik tulis maupun cap, yaitu raport pola harus bisa disambungkan ke kanan, ke kiri, atau ke atas.


2. Membuat Klise ( Film )
       Pembuatan klise merupakan langkah yang mutlak harus ada dalam proses pekerjaan batik sablon. Karena dari pekerjaan inilah proses pekerjaan dimulai. Klise batik sablon adalah bahan awal (master) yang nantinya akan dipindahkan ke dalam plangkan screen dan menjadi alat cetak. Film klise adalah gambar pola yang dibuat di atas lembaran mika plastik bening dengan bahan tinta yang pekat dan tidak tembus cahaya. Hal ini disebebkan sistem afdruk menggunakan penyinaran. Langkah ini dapat dikerjakan apabila desain pola di atas kertas sudah jadi. Pemindahan pola ke atas mika plastik bisa dilakukan dengan komputer, namun dapat pula dilakukan dengan tangan. Letakkan plastik mika di atas pola gambar yang telah dibuat di atas kertas, kemudian gambarlah dengan tinta yang khusus untuk pembuatan film sesuai gambar polanya.

3. Membuat Plangkan Master
       Pembuatan plangkan master artinya pembuatan alat cetak yang sebenarnya. Kegiatan ini adalah memindahkan pola rencana yang semula dibuat di atas kertas ke permukaan plangkan.Pekerjaan ini biasanya dikerjakan seorang ahli karena memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi. Pemindahan pola ke dalam screen monil ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu ; pemindahan dengan tangan dan pemindahan dengan tekhnik afdruk.

4. Proses Penyablonan
       Proses penyablonan adalah kegiatan inti dari pekerjaan ini. Kegiatan ini berisi pemindahan pola pada plangkan master ke atas kain mori sehingga menjadi sebuah kain batik printing. Jejak pemindahan ditentukan menurut warna yang dikehendaki. Setiap pola dan warna membutuhkan sekali proses. Dengan demikian bila desain terdiri dari satu warna, maka dibutuhkan sekali penyablonan. Dua warna dua kali proses penyablonan, tiga warna tiga kali proses penyablonan dan seterusnya.

5. Finishing
       Finishing adalah langkah terakhir sebuah proses (pekerjaan) penyablonan. Finishing batik sablon sangat bervariasi tergantung bahan yang digunakan. Untuk sablon dengan bahan prosion, soda kue, dan manutek pengerjaan terakhirnya adalah pelorodan yang berupa pencelupan kain sablo ke dalam air panas setelah diinapkan selama satu malam.
         
Sumber :  http://parasakti7970.blogspot.co.id/2012/08/urut-urutan-pembuatan-batik-printing.html

PEMBUATAN BATIK TULIS

Proses pembuatan batik tulis adalah proses yang membutuhkan tehnik, ketelitian, dan kesabaran yang tinggi.  Hal ini disebabkan oleh segala sesuatu proses pembuatannya dikerjakan manual dengan menggunakan tangan terampil manusia (ditulis) tanpa menggunakan mesin. Karena tehnis segala sesuatunya dilakukan secara manual maka harga batik tulis merupakan salah satu jenis batik yang termahal dari semua jenis batik yang ada di Indonesia.  Apabila bahan kain yang digunakan adalah kain sutera, maka kain batik sutera tulis menjadi yang termahal dari seluruh kain batik yang ada di dunia.
Kombinasi antara kain sutera yang sudah dikenal mahal dengan tehnik proses pembuatan secara ditulis manual tanpa menggunakan mesin, menjadikan batik tulis sutera ini diburu oleh kalangan eksekutif untuk menunjukkan kelas gengsinya.  Proses pembuatan batik tulis tidak jarang membutuhkan waktu hingga 1 bulan pengerjaan.  Terutama jika kain yang digunakan adalah kain sutera, yang membutuhkan perlakuan tehnik khusus karena karakteristik bahan kainnya.  Sebelum kita belajar tehnik pembuatan batik tulis, ada baiknya kita ketahui dahulu bahan-bahan yang digunakan pada proses pembuatan batik tulis.
Bahan pembuatan batik tulis
1.    Canting, adalah alat tulis lilin yang digunakan untuk menutupi pola dan motif batik. Jadi fungsinya seperti pensil untuk lilin
2.    Pensil pola
3.    Kain mori putih yang biasanya kain sutera atau kain katun
4.    Lilin malam (wax)
5.    Kompor atau alat pemanas lilin malam (wax)
6.    Bahan pewarna kain
canting
Gambar diatas adalah canting.  Canting merupakan Alat untuk menulis/ menggambar diatas kain dalam proses membatik.  Canting terbuat dari tembaga dengan gagang dari bambu.  Ujung dari canting atau biasa disebut cucuk, mempunyai lubang yang bervariasi, sehingga bisa menentukan besar kecilnya motif.
wajan
Gambar diatas ini adalah wajan/nyamplung.  Tempat ini sebagai tempat menampung canting disebut sebagai nyamplung.  Nyamplung sebagai tempat cairan malam/ lilin.
nyanting
Teknik batik tulis dilakukan dengan menorehkan cairan malam/ lilin melalui media canting tulis.  Proses pembuatan batik tulis malam/ lilin hamper serupa dengan proses pembuatan batik cap.  Cairan malam / lilin harus tetap terjaga pada kondisi suhu 70 derajat celcius.  Dengan menggunakan canting tulis cairan malam diambil dari nyamplung.  Cucuk canting harus berlubang, sehingga perlu ditiup agar membran cairan terbuka.  Setelah itu cairan malam baru dioleskan sesuai motif yang telah digambar di kain mori dengan pensil.
7863
Gambar proses membatik dengan menggunakan canting.
 Dalam proses pembuatan batik tulis kita harus menyiapkan terlebih dahulu kain mori terbentang, mengambar sketsa motif batik yang akan dibuat dengan menggunakan pensil, kemudian menorehkan cairan malam/ lilin dengan warna dengan menggunakan canting tulis secara teliti dan hati-hati.  Apabila kain mori telah selesai digambar dengan cairan malam/ lilin, selanjutnya dilakukan proses pewarnaan, lorot malam, membilas soda, dijemur, dan disetrika.
Proses Detail Pembuatan Batik Tulis
  1. Siapkan kain mori/ sutra, kemudian dibuat motif diatas kain tersebut dengan menggunakan pensil.
  2. Setelah motif selesai dibuat, sampirkan atau letakkan kain pada gawangan
  3. Nyalakan kompor/ anglo, letakkan malam/ lilin ke dalam wajan/ nyamplung, dan panaskan wajan dengan api kecil sampai  malam/ lilin mencair sempurna.  Untuk menjaga agar suhu kompor/ anglo stabil biarkan api tetap menyala kecil.
  4. Tahap selanjutnya, menutupi kain dengan malam/ lilin pada bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (sama dengan warna dasar kain).  Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar.  Proses ini bertujuan agar pada saat pencelupan bahan/ kain kedalam larutan pewarna bagian yang diberi lapisan malam/ lilin tidak terkena pewarna.
  5. Pada proses membatik dimulai dengan mengambil sedikit malam cair dengan menggunakan canting, tiup-tiup sebentar biar tidak terlalu panas kemudian torehkan/ goreskan canting dengan mengikuti motif.  Dalam proses ini harus dilakukan dengan hati-hati agar jangan sampai malam yang cair menetes diatas permukaan kain, karena akan mempengaruhi hasil motif batik.
  6. Setelah semua motif yang tidak ingin diwarna atau diberi warna yang lain tertutup oleh malam/lilin, selanjutnya dilakukan proses pewarnaan.  Siapkan bahan pewarna di dalam ember, kemudian celupkan kainnya ke dalam larutan pewarna.  Proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh malam/ lilin.  Pewarnaan dilakukan dengan cara mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu.  Kain dicelup dengan warna yang dimulai dengan warna-warna muda, dilanjutkan dengan warna lebih tua atau gelap pada tahap berikutnya.
  7. Setelah dicelupkan dalam pewarna, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
  8. Setelah kering dilakukan proses pelorodan, proses tehnik “pelorodan” dilakukan dengan cara lilin dikerik dengan pisau, kemudian kain di rebus bersama-sama dengan air yang telah diberi soda abu, atau menggunakan tehnik pelepasan lilin dengan dilumuri bensin, kemudian Kain disetrika sehingga lilin menjadi meleh.  Dari keempat jenis pelepasan lilin di atas, tehnik perebusan kain dengan soda abu dan tehnik setrika adalah yang lazim digunakan oleh pembatik tradisional.
  9. Kain yg telah berubah warna tadi direbus dalam air panas.  Proses ini bertujuan untuk menghilangkan lapisan malam/ lilin sehingga motif yg telah digambar menjadi terlihat jelas.  Apabila diinginkan beberapa warna pada batik yg kita buat, maka proses dapat diulang beberapa kali tergantung pada jumlah warna yg kita inginkan.
  10. Setelah kain bersih dari malam/ lilin dan dikeringkan, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan malam/ lilin menggunakan alat canting untuk menahan warna berikutnya.
  11. selanjutnya proses pencelupan warna yang kedua, dengan memberikan malam/ lilin lagi, pencelupan ketiga dst.  Misalkan dalam satu kain diinginkan ada 5 warna maka proses diatas tadi diulang sebanyak jumlah warna yg diinginkan berada dalam kain tsb satu persatu  lengkap dengan proses membuka/nglorot dan menutup malam/ lilin dilakukan berulang kali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
  12. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke campuran air dan soda ash untuk mematikan warna yang menempel pada batik, dan menghindari kelunturan.
  13. Proses terakhir adalah mencuci /direndam air dingin dan dijemur sebelum dapat digunakan dan dipakai.

Sumber  : https://anihaqqi.wordpress.com/proses-pembuatan-batik/teknik-pembuatan-batik-tulis/