Proses Pembuatan batik cap adalah sebagai berikut :
- Kain mori diletakkan di atas meja datar yang telah dilapisi dengan alas yang lunak.
- Malam/ lilin direbus hingga mencair dan dijaga agar suhu cairan malam ini tetap dalam kondiri 60 sampai dengan 70 derajat Celcius.
- Cap lalu dimasukkan kedalam cairan malam tadi dengan mencelupkan kurang lebih yang 2 cm tercelup cairan malam pada bagian bawah cap.
- Cap kemudian diletakkankan dan ditekankan
dengan kekuatan yang cukup di atas kain mori yang telah disiapkan tadi,
Cairan malam/ lilin dibiarkan meresap ke dalam pori-pori kain mori
hingga tembus ke sisi lain permukaan kain mori.

- Setelah proses cap selesai, kain mori
selanjutnya akan akan masuk ke proses pewarnaan, dengan cara
mencelupkan kain mori ini ke dalam tangki yang berisi warna.

- Cairan malam/ lilin telah terserap pada
permukaan kain, tidak akan terkena dalam proses pewarnaan ini. Setelah
proses pewarnaan selesai, dilanjutkan dengan proses berikutnya yaitu
penghilangan berkas motif cairan malam melalui proses penggodogan atau
ngelorot. Sehingga akan nampak dua warna, yaitu warna dasar asli kain
mori berasal dari mori yang tertutup malam/ lilin, dan warna setelah
proses pewarnaan yang dilakukan. bila akan diberikan kombinasi
pewarnaan lagi, maka harus dimulai lagi dari proses penge-cap-an cairan
malam – pewarnaan – penggodogan lagi.Sehingga diperlukan proses berulang
untuk setiap warna. Hal yang menarik dari batik cap adalah pada proses
perkawinan warna, karena permukaan kain mori yang telah diwarna
sebelumnya akan diwarna lagi pada proses pewarnaan berikutnya, sehingga
perlu keahlian khusus dalam proses pemilihan & perkawinan warna.

- Proses terakhir dari pembuatan batik cap adalah proses pembersihan dan pencerahan warna dengan soda.
- Selanjutnya dikeringkan dan disetrika.
Sumber : https://anihaqqi.wordpress.com/proses-pembuatan-batik/teknik-pembutan-batik-cap/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar